AMP

Polda Papua Minta Buchtar Bertanggung Jawab Terkait Aksi Demo yang Dilakukan di Dua Tempat




Rakyat Papua Saat Melakukan Aksi Demo
Jayapura, KRBNews -
 Rencana demo KNPB di Taman Imbi Jayapura yang dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni dan Budaya Papua, ternyata  dilakukan di dua tempat berbeda.  Pasalnya selain di Taman Imbi, aksi serupa juga dilakukan di Abepura. Kondisi ini ternyata mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dalam hal ini Polda Papua. 


Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Buchtar Tabuni selaku penanggung jawab demo.


“Polisi akan meminta pertanggungjawaban hukum Buchtar Tabuni, karena yang bersangkutan adalah koordinator demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), “ tegas Brigjen Pol Waterpauw di Jayapura, Senin.

Dikatakannya, Buchtar dimintai pertanggungjawaban karena selaku koordinator demo sudah ingkar terhadap janji yang disampaikan sebelumnya yakni demo hanya akan dilakukan di halaman Taman Imbi, Jayapura.


Namun, kata Waka Polda Papua itu, ribuan pendukung KNPB menggelar aksinya di dua tempat yakni di sekitar Taman Imbi dan di Abepura.


Selain itu dalam melakukan aksinya, para demonstran membawa aneka senjata tajam seperti panah, parang dan tombak, sehingga membuat masyarakat ketakutan, jelas Brigjen Waterpauw. Ketika ditanya kapan Buchtar akan dipanggil, Wakapolda Papua, mengatakan, belum dapat dipastikan namun itu akan dilakukan secepatnya.
Akibat aksi demo yang dilakukan pendukung KNPB, aktivitas kota Jayapura nyaris lumpuh karena pusat perbelanjaan yang terletak dijalan Koti ditutup, begitu pula di pusat perbelanjaan di kawasan Abepura, Kodya Jayapura.


Sebagaimana diketahui ribuan massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melakukan aksi demo didepan Kantor Pos Abepura atau tepatnya didepan Traffic Light (Lampu Lalu lintas, red) Kantor Polsekta Abepura Kota, Senin (2/4) kemarin siang.


Aksi demo ini menuntut segera dilakukan referendum  serta mendesak Pemerintah Indonesia mengakui Negara Papua Barat. Aksi demo kali ini juga sekaligus menyambut dan mendukung terhadap peluncuran International Parlementary West Papua (IPWP) di Negara Belanda yang dilaksanakan tanggal 5 April mendatang. IPWP ini diluncurkan oleh orang-orang asli Papua seperti Benny Wenda, Cs. yang sudah lama menetap di Negara Belanda, IPWP diluncurkan ini merupakan parlemen yang mendukung perjuangan dan pembebasan Rakyat Papua Barat untuk memisahkan diri dari NKRI.


Pantaun Koran ini di lapangan, sebelum massa bergerak menuju ke Kantor Pos Abepura atau Traffic Light (Lampu Lalu lintas, red) depan Kantor Polsekta Abepura Kota terlebih dahulu massa berkumpul didepan Museum Taman Budaya Expo-Waena..


Kurang lebih delapan jam atau setengah hari yakni mulai dari Pukul 05.30 WIT s/d Pukul 13.30 melakukan pemalangan jalan di depan Museum Taman Budaya Expo-Waena, sehingga membuat arus lalulintas  sekitar daerah Waena mengalami kemacetan hingga berjam-jam. Kendaraan akhirnya dialihkan ke arah jalur alternatif yakni melintasi jalur atau jalan masuk Yoka (samping Denzipur, red) dan keluar dari mata jalan Gelanggang atau tepatnya samping Pos Patmor Expo.


Massa bergerak sekitar Pukul 13.30 WIT dari Museum Taman Budaya Expo menuju depan Kantor Pos Abepura atau tepatnya di Traffic Light (Lampu Lalin, red) depan Kantor Polsekta Abepura Kota dengan melakukan long march serta berjalan kaki dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan di sekitar areal jalan mulai dari Museum Taman Budaya Expo-Waena sampai di depan Kantor Pos Abepura atau di Traffic Light (lampu lalin, red) depan Kantor Polsekta Abepura Kota.


Akibat aksi demo kali ini beberapa toko-toko di sekitar pinggiran jalan Waena, Tanah Hitam, Kampkey dan Lingkaran Abepura memilih tutup dan terlihat sepi, namun hanya sebagian saja aktifitas masyarakat yang mengalami lumpuh total, tapi aktifitas masyarakat lainnya seperti di daerah Kotaraja Dalam tetap berjalan seperti biasanya.


Dan selain itu, akibat aksi demo ini wajah Kota Abepura berubah menjadi penuh sampah yang berserakan di jalan dan taman-taman bunga yang berada di pinggir jalan maupun yang dijadikan sebagai pembatas jalan di depan Kantor Polsekta Abepura Kota mengalami kerusakan, karena sebagian massa menginjak dan menjadikannya sebagai tempat duduk.


“Maaf mas, kita tutup dulu sementara, karena ada demo,” ujar seorang pemilik toko saat membantu karyawannya menutup tokonya tersebut yakni tepatnya di sekitar jalan protokol dekat lokasi demo berlangsung di depan Kantor Polsekta Abepura Kota yang enggan namanya dikorankan.


Dalam orasinya Ketua Umum (Ketum) KNPB, Buktar Tabuni menyatakan, bahwa sudah banyak suku Bangsa diatas Tanah Papua Barat ini, jadi kami menggunakan pakaian adat beserta membawa senjata tradisional kami biar mereka (orang Non Papua, red) yaitu kami yang mempunyai adat diatas Tanah Papua Barat ini.


“Hari ini (kemarin, red) rakyat Papua Barat akan menentukan nasibnya sendiri, maka itu KNPB akan melakukan aksi damai dan pagelaran seni budaya dari Papua Barat sebagai jati diri kami sebagai bangsa Papua Barat serta mendukung peluncuran IPWP di Negara Belanda,” kata Buktar Tabuni sambil meneriakkan Referendum atau Papua Barat dan dibalas oleh massa pendukungnya dengan Yes atau Merdeka.


“Bahwa aksi demo ini merupakan aksi dukungan KNPB terhadap peluncuran IPWP di Negara Belanda, dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD) telah membentuk komisi-komisi serta senjata yang paling ampuh adalah kekuatan rakyat Bangsa Papua Barat dalam menghadapi penjajah Negara Indonesia,” ujarnya.


“Rakyat Papua Barat telah bentuk badan politik sesuai karakter sosial politik Bangsa Papua sebagai badan Legislatif rakyat Papua Barat, dan rakyat Papua Barat dengan segenap jiwa maupun raga meminta kepada Pemerintah Kerajaan Belanda segera kembalikan sengketa politik Papua Barat kepada PBB,” imbuhnya.


Mako Tabuni menyatakan, Papua Barat harus merdeka dan hal itu harus diakui oleh dunia Internasional dan kita pastikan masa depan Bangsa Papua Barat untuk itu kami mengharapkan rakyat Papua Barat harus memiliki satu (1) prinsip lebih baik kami hancur mempertahankan Bangsa Papua Barat, dari pada kami hancur di tangan penjajah Negara Indonesia.


“Konflik politik di Papua Barat tentang keabsahan wilayah terus dipertentangkan, dipertanyakan, diperbincangkan atau dikaji serta harus diselesaikan sesuai mekanisme hukum Internasional agar diperoleh kebenarannya dan dapat diterima oleh rakyat Papua Barat maupun rakyat Indonesia,’ tegasnya.


Lanjutnya, masalah utama Bangsa Papua Barat adalah status politik wilayah Papua Barat dalam NKRI yang belum final, dikarenakan proses memasukan wilayah Papua Barat dalam NKRI itu dilakukan dengan penuh pelanggaran terhadap standar-standar , prinsip-prinsip hukum dan HAM Internasional baik oleh Amerika Serikat, Belanda, Indonesia dan PBB demi kepentingan ekonomi politik mereka.


“Maka itu dengan tegas kami menyatakan sikap yakni rakyat Papua Barat dengan segenap jiwa dan raga siap menyelenggarakan Referendum, rakyat Bangsa Papua Barat telah badan politik sesuai karakter sosial politik Bangsa Papua sebagai badan legislasi rakyat Bangsa Papua Barat dan meminta kepada pemerintah Kerajaan Belanda segera mengembalikan sengketa politik Papua kepada PBB,” tukasnya.


Dari pantauan Bintang Papua pada saat aksi demo ini juga dihadiri 21 pemimpin PRD yang melakukan tanda tangan bersama Ketua Umum KNPB diatas Stagmen Politik Papua Barat seperti PRD Numbay, PRD Tabi, PRD Nabire, PRD Nabire, PRD Paniai, PRD Intan Jaya, PRD Mnukwamer, PRD Biak, PRD Serui, PRD Sorong Raya, PRD Timika, PRD Fak-Fak, PRD Merauke, PRD Pegunungan Bintang, PRD Yahukimo, PRD Hubula, PRD Balim Barat, PRD Tolikara, PRD Yalimo, PRD Nduga, PRD Illaga dan PRD Puncak. 


Dalam aksi tersebut  tampak hadir para pengurus KNPB antara lain, Ketum Buktar Tabuni,Wakil Ketum Mako Tabuni,Jubir Luar Negeri KNPB Viktor Yeimo dan Ketua dan Anggota KNPB dari sorong sampai samaria.


Sementara itu dari pantauan Bintang Papua di Kantor DPR Papua  sejak pukul  08.30  WIT aparat Gabungan  dari Polresta Jayapura didukung Brimob Polda Papua menggunakan  kendaraan  lapis  baja dan dipersenjatai berjaga jaga di beberapa  titik  di Kantor DPR Papua  dan Taman Imbi. 


Sejumlah Staf  Bagian Keuangan Sekwan  DPR  Papua memilih meninggalkan pekerjaannya  lebih awal lantaran kwatir  massa  pengunjukrasa melakukan tindakan  anarkis. 


Sejumlah  Anggota DPR Papua terus sibuk pekerjaannya  dan saling melakukan perbincangan bersama rekan mereka. Namun ketika  massa pendemo dari arah Polda Papua  dan dari Abepura  tumpah ruah di Taman  Imbi—Anggota  DPR  Papua turun  sekedar  menyaksikan dari lokasi parkir DPR Papua. 


Ratusan massa memblokade Jalan Samratulangi menyebabkan  kendaraan baik  roda  dua  dan  roda empat terjebak  kemacetan  dan  memilih menunggu di GOR Cenderawasih  dan  Polda Papua. 


Walaupun massa pendemo membubarkan diri   pada pukul  17.40 WIT, tapi  Anggota DPR  Papua tetap  menunggu di lokasi  parkir  Kantor DPR Papua. Mereka  juga  kwatir  apabila  massa pengunjukrasa bertindak anarkis. Namun,  sepanjang jalan  mulai dari Terminal Mesran menuju  Terminal  Entrop padat merayap. Bahkan  pintu masuk keluar  kawasan  PTC Entrop ditutup ketika massa pendemo membubarkan diri kwatir terjadi kerumunan massa. 


Di  Terminal Entrop,  para pengemudi  terus melayani  penumpang menuju  Kotaraja, Abepura, Padang Bulan, Waena, expo  dan Sentani.  Susana langgeng  tanpa kemacetan  lalu lintas. 


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.