AMP

Maskapai Masih Takut Terbang Ke Mulia

“Banyak proses-proses pelayanan kepada masyarakat yang terbengkalai."

KRBNews - Meski Bandara Mulia, Puncak Jaya, sudah dibuka sejak Kamis lalu, namun hingga kini maskapai penebangan di Papua masih enggan menyinggahi bandara itu.
Karena tak ada satu pun maskapai terbang ke sana, Tim Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri yang hendak menyelidiki kasus penembakan pesawat Trigana hingga hari Selasa ini masih tertahan di Jayapura.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigadir Jenderal Paulus Waterpauw, ketika dikonfimasi membenarkan hingga kini belum ada penerbangan menuju Mulia.
"Penerbangan menuju Mulia hinga saat ini masih lumpuh, belum ada operator penerbangan yang bersedia terbang ke sana, baik itu dari Jayapura, Nabire, Timika maupun Wamena. Padahal bandara sudah dibuka sejak beberapa hari lalu,’’ ujar Paulus Waterpauw kepada VIVAnews, Selasa 17 April 2012.

Tim Puslabfor yang sejak beberapa hari lalu berencana menuju ke sana, untuk melakukan investigasi terkait peristiwa penembakan pesawat Trigana Air yang menewaskan satu penumpangnya dan melukai empat lain, hingga saat ini belum bisa diberangkatkan.
Menurut Paulus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dan maskapai penerbangan Trigana Air, untuk mengatur penerbangan ke Mulia. Namun, Trigana menyatakan saat ini armadanya tinggal dua unit.

“Pesawat Trigana tadinya 3 unit yang terbang ke Mulia, yakni masing-masing dari Jayapura, Nabire dan Timika. Pasca penembakan sisa dua, jadi  mereka masih mengatur shift penerbangan lagi menuju Mulia," katanya.

Ia menegaskan, polisi dan pemerintah daerah sudah memberikan jaminan keaman untuk Trigana bila kembali terbang ke Mulia. "Jaminan keamanan sudah kami berikan bersama Pemda, sekarang tinggal maskapainya," katanya dia.

Paulus melanjutkan, dengan lumpuhnya penerbangan menuju Mulia, sangat menghambat pelayanan roda pemerintahan di sana. “Banyak proses-proses pelayanan kepada masyarakat yang terbengkalai, akibat lumpuhnya penerbangan ke Mulia, seperti saat ini sedang berlangsung UAN dan proses Pemilukada. Untuk itu, diharapkan Maskapai kembali terbang ke sana," katanya.

Mengenai pengamanan di Bandara Mulia, kekuatan yang ada saat ini sudah cukup tinggal kualitas dan kesiapannya yang harus ditingkatkan. "Hanya saja kualitas dalam melaksanakan pengamanan yang perlu ditingkatkan lagi," katanya..

Juru Bicara Polda Papua, AKBP Yohanes Nugroho Wicaksono mengatakan, saat ini Polda sedang melakukan lobi ke Mabes Polri untuk meminjam pesawat skytruck. “Kapolda sedang mencoba melobi Mabes untuk meminjamkan pesawat, agar bisa menerbangkan tim Puslabfor. Pasalnya, satu unit pesawat Skytruck milik Polda Papua saat ini dipinjamkan ke UP4B untuk melaksanakan tugasnya," kata dia.

Enggannya maskapai untuk terbang ke Mulia, karena di bandara itu sudah tiga kali terjadi aksi penembakan dan perampasan senjata api. Puncaknya adalah penembakan terhadap pesawat Trigana Air yang saat itu sedang mendarat dan hendak parkir. Akibatnya pesawat jenis Twin Otter itu menabrak bangunan di sekitar bandara.


 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.