Adat

Gereja, Adat dan Pemerintah Bagian Tak Terpisahkan


Klasis Waropen Atas Gelar Sidang Klasis Pertama

JAYAPURA - Untuk pertama kalinya Klasis Waropen Atas yang baru dibentuk itu melaksanakan sidang klasis pada (27/3) lalu di Jemaat GKI Sion Barapasi, Distrik Barapasi, Kabupaten Mamberamo Raya. 



Pada acara yang tergolong istimewa itu Bupati Mamberamo Raya, Demianus Kyeuw-Kyeuw,SH,MH menyampaikan beberapa hal yang patut diikuti, bahwasanya gereja, adat dan pemerintah merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.



"Saya berharap bahwa gereja, adat dan pemerintah adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan, karena ketiganya adalah tiang utama dalam pelaksanaan pembangunan di daerah ini," ungkap Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw. 



Dikatakannya, pemerintah hadir sebagai  jawaban dari pergumulan  masyarakat selama ini. Untuk itu, bersama-sama dengan adat dan gereja, pemerintah berupaya membangun masyarakat di Kabupaten Mamberamo Raya menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.    



Karena itu, dia sangat berharap agar gereja harus senantiasa berpartisipasi aktif dalam setiap derap langkah pembangunan  dalam mendukung program Gerakan Membangun Keluarga Sejahtera atau Gerbang Gatra. 



Lebih jauh Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw mengatakan bahwa sidang klasis pertama ini merupakan proses atau bagian dari demokrasi yang sekarang sedang berkembang di tanah air khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya. Karena itu semua prosesnya akan berjalan murni dan yang lebih penting lagi semua dikembalikan kepada Tuhan. "Karena tanpa campur tangan Tuhan maka semua akan sia-sia," katanya.



 Pada kesempatan itu, Bupati juga berpesan agar Klasis Waropen Atas harus menata manajemen gereja dengan sebaik-baiknya agar Klasis Waropen Atas berjalan dengan baik pula dan segala sesuatu yang dilakukan harus selalu dilandasi dengan iman. Tak hanya itu Bupati juga berharap agar gereja mampu bersaing di era global yang penuh tantangan ini. Untuk itu gereja harus bisa mandiri. "Terkait dengan itu maka saya harapkan gereja harus segera membentuk Badan Usaha Gereja, dan Pemerintah akan memberikan dukungan penuh," tegasnya.



Sementara itu, BPAM Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah IV Pdt Sabas,S.Th berharap agar program yang disusun harus menyentuh langsung warga jemaat dan program yang dibuat juga harus bisa dilaksanakan .  
Sementara Ketua Klasis Waropen Atas, Pdt. Suparna,S.Th mengatakan bahwa program yang dibuat oleh klasis diharapkan mampu meningkatkan sumber  ekonomi masyarakat. "Umat harus diberdayakan agar  warga gereja tidak bergantung pada pemerintah dan Klasis Waropen Atas  juga akan terus memberikan dukungannya kepada program Gerbang Gatra," katanya.



 Pembukaan sidang klasis ini ditandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua BPAM Sinode Wilayah IV Pdt Sabas,S.Th. Sebelumnya, Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw ketika tiba di Lapangan Terbang Barapasi yang lama tidak dilayani penerbangan itu disambut secara adat oleh ratusan warga setempat . "Yang paling penting dari semua itu, bersamaan dengan dibukanya sidang klasis perdana itu, penerbangan ke wilayah tersebut juga mulai terlayani, meski hampir 12 tahun vakum. Ini tentu satu anugerah bagi seluruh warga yang selama ini telah terkungkung oleh wilayah," tambah Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.