SBY Tak Pantas Mengeluh




JAKARTA, KRBNews--
Mantan Sekretaris Militer Mayjen (purn) Tubagus Hasanuddin menyatakan, setiap orang, mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Akademi Militer pasti pernah mengalami gemblengan untuk tak pernah mengeluh karena tekanan situasi. Terlebih, mengeluh kepada anak buahnya. Karakter militer, menurut TB Hasanuddin, seakan telah hilang dari ketokohan Presiden SBY.
SBY punya kebiasaan mengeluh ketika ada tekanan termasuk ancaman melalui sms sekalipun . Sifat ini, tak mendidik generasi muda untuk tabah, tahan banting dan ulet ketika berhadapan dengan masalah yang berat dan rumit sekalipun . Seorang pemimpin adalah orang yang siap menyerahkan waktu , tenaga dan pikirannya untuk kepentingan rakyat," ujarnya, Selasa (20/3/2012).
Seorang pemimpin, katanya lagi, adalah orang yang harus siap menghadapi segala resiko yang dihadapinya termasuk diciderai bahkan maut mengintainya setiap saat . Tak ada alasan, ia mengingatkan, kemudian mengeluh kepada rakyat. Seharusnya pemimpinlah yang harus selalu siap menerima setiap keluhan rakyatnya, kapan dan dimanapun. "Semoga bangsa ini bisa melewati hari-hari yang sulit, tanpa pemimpin yang tegar," sindir TB Hasanuddin yang tak lain Wakil Ketua Komisi I DPR ini lagi.
Sebelumnya, kritikan terhadap Presiden SBY juga disampaikan oleh Ketua Setara Institute, Hendardi. Kritikan Hendardi, terkait pernyataan Presiden SBY yang mengatakan ada gerakan menjatuhkan pemerintahan dengan memanfaatkan momentum kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah sebuah ilusi seorang pemimpin yang minim prestasi.
"Berbagai argumentasi perihal kenaikan BBM sulit diterima oleh akal sehat masyarakat luas. Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dijadikan penghibur bagi masyarakat, jelas bukanlah solusi cerdas mengatasi kemiskinan, karena kenaikan BBM selalu diikuti oleh kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat dan jelas BLT tidak akan mencukupi," kata Ketua Setara Institute, Hendardi dalam siaran persnya, Senin(19/3/2012).
Alih-alih menyusun argumen logis dan solusi yang menyejahterakan rakyat, SBY lanjut Hendardi sekali lagi hendak menyedot rasa iba publik seolah ada gerakan tidak konstitusional yang akan menjatuhkannya dari kursi kepresidenan dengan menggunakan isu kenaikan BBM. Padahal, sesungguhnya SBY untuk kesekian kalinya sedang meraup laba atau benefit politik dengan menaikkan BBM saat ini.
"Serangan SBY terhadap kelompok-kelompok yang tidak jelas sosoknya, yang bermaksud menggulingkan presiden, jelas bukanlah komoditas politik bermutu," Hendardi menegaskan.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.