Mahasiswa Papua Desak Penyelesaian Status Politik Papua


MAKASSAR--KRBNews, Puluhan mahasiswa asal Papua berunjuk rasa di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (28/2). Mereka meminta agar Mahkamah Internasional segera menyelesaikan status politik Papua di pengadilan internasional karena hal itu dinilai amat mendesak. 

Aksi dimulai di depan Asrama Mahasiswa Cendrawasih Papua di Jalan Lanto Daeng Pasewang, yang baru saja diresmikan kembali setelah renovasi, kemudian berjalan sejauh 3 kilometer menuju Monumen Mandala. 

Dalam orasinya, Martinus, salah satu orator aksi, mengatakan desakannya agar menyelesaikan permasalahan di Pulau Kepala Burung tersebut. Tidak hanya segera menyelesaikan kasus politik Papua di Mahkamah Internasional, mereka juga meminta pemerintah Indonesia segera membebaskan Presiden dan Perdana Menteri Negara Federal Republik Papua Barat (NFRB), Perdana Menteri Papua Barat, dan seluruh tahanan yang merupakan warga Papua. 

"Kami juga menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, Belanda, Australia, serta Indonesia, agar mengakui pembantaian yang pernah mereka lakukan terhadap 180 ribu jiwa rakyat Papua," jelas Martinus. 

Sejak mulai digelar, aksi terebut berlangsung tertib. Meski demikian, aksi tersebut tidak hanya mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, tapi juga anggota TNI yang ikut mengamankan dan mengawasi aksi tersebut. (LN/OL-10) 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.