Komisi I: Ada di Renstra TNI Bukan Alasan Beli Leopard


KRBNews  - Beberapa negara Eropa ingin mengurangi kekuatan alutsista untuk mengurangi beban anggaran
Komisi I DPR menyatakan main battle tank (MBT) jenis Leopard memang sudah sejak awal masuk ke dalam rencana strategis (Renstra) TNI, namun tak bisa dijadikan alasan satu-satunya untuk membeli barang bekas dari Belanda.
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, menyatakan TNI sendiri sebenarnya menyadari bahwa MBT jenis Leopard tidak terlalu dibutuhkan secara teknis demi menjaga pertahanan Indonesia.
Hal itu bisa dibuktikan dari fakta selama ini bahwa pengadaan tank TNI adalah dari jenis tank ringan (light tank) dan tank medium yang lebih cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang berbukit-bukit.
"Karena memang kondisi geografis Indonesia, bentuk ancamannya membuat TNI tidak memilih MBT. Sehingga yang dimiliki TNI banyaknya Medium dan Light Battle Tank," tutur Mahfudz di Jakarta, hari ini.
Renstra TNI adalah perencanaan pembangunan kekuatan TNI yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan.
Hal itu menjadi semacam acuan bagi pihak terkait untuk melaksanakan proses pembangunan kekuatan dan postur TNI, termasuk persenjataannya.
Mahfudz lalu menjelaskan rencana Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI mengemuka ketika beberapa negara Eropa ingin mengurangi kekuatan alutsista mereka demi mengurangi beban anggaran.
Karena dianggap bahwa sejak awal Tank Leopard tak cocok dengan keadaan Indonesia plus kemungkinan masalah politis di masa depan terkait embargo persenjataan, pernyataan keberatan pun banyak bermunculan.
"Kami sendiri masih memegang apa yang disampaikan Kasad (Jenderal Pramono Edhie Wibowo) bahwa proses pembelian sekarang ini masih tahap penjajakan dan bukan satu-satunya opsi. Ada opsi lain seperti membeli tank dari Korea Selatan, Rusia, dan ada juga dari Turki," tutur dia.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.