Ketua MPR Dukung Masyarakat Kalteng Usir FPI



KRBNews - Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufik Kiemas membela tindakan masyarakat adat Dayak, di Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2) lalu, yang mendemo rencana pendirian Forum Pembela Islam (FPI) di wilayah itu.
Menurut Taufik, tindakan masyarakat adat Dayak itu harus dilihat dalam kerangka kearifan budaya dan pilihan masyarakat lokal.
"Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali," kata Taufik Kiemas dalam acara puncak "Perayaan Kerukunan Umat Beragama" di gedung DPR, Jakarta, hari ini.
Dia melanjutkan bahwa menghargai kearifan lokal itu sangat penting karena hanya dengan itulah kekerasan yang terkait budaya dan adat bisa dihentikan.
Dengan demikian, sebuah organisasi tertentu seharusnya juga bisa menghargai suara masyarakat lokal yang hendak didatanginya. Tanpa adanya penghormatan itu, kata Taufik, maka konflik dan kekerasan yang akan terjadi.
"Kalau kearifan lokalnya kayak begitu, ya begitu," tegas dia.
Sebelumnya, masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI di wilayah mereka karena dianggap tak menghargai kebhinekaan. Tindakan masyarakat lokal itu didukung oleh Pemerintah daerah setempat.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.