Kemenkumham Papua siap tindaklanjut aspirasi pendemo "makar"


Jayapura (KRBNews) - Pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) provinsi Papua, mengaku siap menindaklanjuti aspirasi dalam unjuk rasa seratusan warga Papua, di halaman kantornya, menuntut penghapusan peradilan Makar di provinsi paling timur itu.

Hal tersebut dikemukakan kepala kantor wilayah Kemenkumham Papua, Daniel Biantong, dihadapan ratusan pendemo di halaman kantornya, Rabu siang, yang menuntut penghapusan peradilan Makar di Papua, serta pembebasan para terpidana dan tahanan, serta narapidana politik.

"Kami di Kemenkumham akan sampaikan aspirasi ini kepada atasan di Jakarta, dan pihak terkait lainnya. Intinya kita selalu berusaha meneruskan setiap aspirasi yang masuk," katanya. 

Daniel Biantong menjelaskan, pihaknya di Kemenkumham Papua, tak punya kewenangan apapun untuk menindaklanjuti tuntutan dan permintaan pendemo, sehingga hanya bisa meneruskan sesuai aturan kelembagaan yang berlaku.

"Bahkan ada beberapa tuntutan yang saudara kemukakan, sebenarnya bukan merupakan kewenangan Kemenkumham dalam menanganinya, akan tetapi hal itu tetap menjadi masukan baginya," papar Biantong.

Ketika ditanya kapan pihak pendemo bisa mendapatkan jawaban resmi atas tuntutan mereka, Daniel Biantong mengaku hal tersebut tak bisa dijanjikannya, karena harus melalui beberapa prosedur yang berlaku dalam aturan Kementeriannya.

"Kalau saya janjikan akan beri jawaban secepatnya, itu sudah pembohongan. Yang pasti kita akan tindaklanjuti tuntutan ini, dan akan beritahukan jika ada jawaban dari pusat," paparnya.

Mendengar penjelasan itu, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. 

Sebelumnya dilaporkan, ratusan massa gabungan dengan membawa spanduk antara lain "Tolak Peradilan Makar" dan "Bebaskan Forkorus dan Edison Waromi", melakukan unjuk rasa di halaman kantor Kemenkumham Papua.

Kami desak pimpinan Kemenkumham Papua, segera bebaskan Forkorus dan Edison Waromi, serta semua Tapol dan Napol Papua," kata kordinator aksi Allius Asso.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.