Dua Polisi Tewas Dibakar Massa


MEDAN -- KRBNews, Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil mengidentifikasi dua orang yang tewas mengenaskan akibat dibakar hidup-hidup di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kuta Limbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara, Ahad lalu, sekitar pukul 23.15 WIB. Kepala Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Raden Heru Prakoso menyebutkan kedua orang yang tewas itu adalah Ricardo Jefri Sitorus, 24 tahun, anggota Badan Intelijen Negara (BIN), dan Christian Marko Siregar, 24 tahun, warga Jalan Perkutut, Gang Gereja Medan Helvetia. "Keduanya tewas mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuh," kata Heru kemarin.


Peristiwa ini, kata Heru, berawal dari informasi adanya bandar judi toto gelap yang beroperasi di Kecamatan Kuta Limbaru bernama Kelana. Ricardo dan Christian bersama tiga temannya, Brigadir Albertus Zebua, Moses Minardo Purba, dan Bambang Irwanto, bermaksud menangkap Kelana. Kelimanya mengendarai mobil Kijang Innova menuju Kuta Limbaru, sekitar 25 kilometer dari Medan. 


Menurut Heru, kelimanya berhasil menangkap Kelana dan memaksanya masuk ke mobil Innova berkaca gelap itu. Tiba-tiba Kelana berteriak "maling". Teriakan itu didengar warga desa, yang kemudian mengejar dan menghentikan mobil Innova tersebut. Karena panik, kelimanya berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, Ricardo dan Christian terjebak di dalam mobil. Keduanya, kata Heru, dianiaya warga sebelum dibakar hidup-hidup. Tiga lainnya berhasil lolos dari amukan warga.


Warga setempat, S. Sembiring, mengatakan Kijang Innova itu meluncur menuju Kuta Limbaru dengan kecepatan tinggi. Warga menduga itu milik kawanan pencuri sapi yang belakangan ini marak beroperasi di daerah tersebut. Mobil itu lantas dihentikan warga. "Dengan penuh emosi, warga melempari mobil itu. Empat penumpangnya berhasil kabur, dua lainnya terjebak di tengah kerumunan orang," kata Sembiring, yang mengaku menyaksikan peristiwa itu. Warga memukul dua orang itu hingga berlumuran darah, sebelum akhirnya dibakar. Korban sempat mengaku bahwa ia polisi. Tapi massa tak menghiraukannya.


Kepala Pos BIN Wilayah Sumatera Utara Brigadir Jenderal Bambang Subagyo tak menjawab telepon dan pesan pendek yang dikirim Tempo. Salah satu anggota BIN di Sumatera Utara, yang berinisial YT, membantah kabar itu. "Tidak ada Ricardo Jefri Sitorus anggota BIN," katanya, saat dihubungi melalui telepon seluler.


Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan Komisaris Besar Monang Situmorang mengatakan polisi saat ini memeriksa tiga korban yang selamat. "Kami minta keterangan, terutama mengenai keberadaan Brigadir Albertus Zebua dan korban tewas Ricardo yang disebut-sebut anggota BIN," ujar Monang. Polisi masih mengusut kasus penganiayaan dan pembakaran itu. Albertus adalah anggota Reserse Polda Sumatera Utara.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.