"HARAPAN DAN KENYATAAN"

Harapan Untuk Disuarakan Generasi Muda Papua
KRBNews - Moyang Melanesia mendapat informasi langsung dari akar rumput terutama dari wilayah adat Meepago dan Lannipago, bahwa:
pada hari ini tanggal 23 Januari 2012 menyeruhkan kepada Mahasiswa Papua bahwa Otonomi Khusus diberlakukan sejak 2001 hingga kini mengalami permasalahan yang cukup banyak dan melelahkan di antara masyarakat adat sendiri, dapat melihat kesenjangan sosial yang berkepanjangan sehingga konflik perang suku buatan timbul, dahulu kaya ternak Babi kini kami dimiskinkan, demi sesuap Nasi saling menjual, kami bangsa yang pekerja namun beralih kepada meminta-minta di tanah sendiri, dulu kami bisa tanam betatas (M'bi) namun berganti ke Nasi/Beras, kehidupan bergantung kepada Alam kini kita mengharapkan pemerintah melalui Raskin, Respek, BLT, anak Gadis menjua...l diri, pelacuran, dll, sehingga kami merasa manusia Mati Rasa alias tidak punya harga diri.

Oleh sebab itu, kami berharap kepada anak-anak mahasiswa asal Papua yang ada di tanah rantauan dimana saja berada, anak-anak segera lakukan sesuatu untuk mengembalikan jati diri sesungguhnya Bangsa Papua, dengan demikian dapat memberikan pencerahan bagi yang mendengar namun pura-pura tidak dengar, melihat tapi pura-pura tidak lihat, mengalami dan merasakan namun tidak terjadi apa-apa, serta penuh dengan kebohongan.

Potensi Konflik di daerah Papua secara khusus dari dua wilayah adat (Suku) di pegunungan tengah Papua, konflik akan terjadi bukan karena kepentingan Masyarakat Adat setempat namun Pemerintah dan Madat atas nama pembangunan, keutuhan NKRI, Jabatan, Uang, dll. Kami sadar bahwa Otsus dan Label-label lainnya bukan membantu orang Papua namun untuk membunuh orang Papua.

Apabila Mahasiswa Papua tidak menghiraukan apa yang telah kami utarakan maka dampaknya akan kena kepada anak-anak, karena masa depan anak-anak masih panjang dan besar, Tanah yang pernah melahirkan dan membesarkan anak-anakmasih menanti Anda, anak-anak harus sosialisasi ke seluruh suku-suku yang ada di Papua, yaitu: Domberai, Bomberai, Sairera, Anim Ha, Tabi, Meepago, dan Lannipago.

Ijinkanlah kami untukmenyampaikan satu buah patah kata, dengan menggunakan bahasa Daerah dari Suku Lannipago:
"Nir kinagalo kinogoba, kinowe kinawori, Kobewak Tali paga ndakinakorak kenok, kiniki ninabuwa mbariyak o....wa.

Diatas adalah kegelisaan yang dialami selama ini oleh orang tua, anak-anak, saudara, nenek, kakek, dan semua orang Papua, maka saatnya kita mulai wujudkan persatuan dan kesatuan dari kota Yogyakarta dan seluruh Indonesia serta goo Internasional. Kenapa tokoh-tokoh lain bisa sedangkan kita tidak bisa? Apakah dunia yang berbeda sehingga kita tidak bisa wujudkan? Semua dapat terwujud apabila persatuan dan kesatuan internal kita wujudkan. Yakinlah bahwa kita dapat melakukannya, tiada mustahil bagi Tuhan.

(Sebuah catatan kecil ini dapat menambah wacana Anda sekalian).
One People, One Soul.
Long Live West Papua.

By, Mgr.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.