BIN Jauhi Pendekatan Keamanan di Papua



JAKARTA--MICOM:
 Pendekatan keamanan tidak lagi dipakai Badan Intelijen Nasional (BIN) sebagai pendekatan untuk menyelesaikan konflik di Papua. 


Demikian diungkapkan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq usai menggelar rapat kerja tertutup dengan BIN di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/1). 

"Ini merupakan suatu hal yang perlu diapresiasi. BIN menjauhi pendekatan keamanan dalam menyelesaikan konflik di Papua. Menurut BIN, kunci penyelesaiannya ada dua, yakni peningkatan komunikasi dengan para stakeholder (pemangku kebijakan) dan penggunaan soft power," jelas Mahfudz. 

Terkait Papua, kajian BIN juga menunjukkan bahwa gejolak politik di Papua mulai menurun belakangan. "Bukan kasus per kasus memang. Tapi kami melihat eskalasi kekerasan yang menurun di Papua," lanjutnya. 

Selain Papua, Komisi I juga mengevaluasi pencapaian BIN sepanjang 2011 dan rencana kerja BIN di 2012 sekaligus membahas isu-isu kontemporer. Dari bahasan tersebut, menurut Mahfuds, sedikitnya lima hal mengemuka. 

Pertama, gejala amuk massa yang semakin meluas dari sisi geografis dan eskalasi massa yang dipicu berbagai isu. Kedua, meningkatnya social distrust terhadap lembaga negara. 

Ketiga, eskalasi gejolak politik menuju Pemilu 2014. Keempat, fenomena masyarakat kian permisif terhadap aksi kekerasan. Terakhir, problem efektivitas pemerintahan.
 (http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/31/295279/284/1/BIN-Jauhi-Pendekatan-Keamanan-di-Papua)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.