Rumah Gubernur Dibakar, 13 Orang Ditangkap


Thursday, 22 December 2011

JAYAPURA- Kepolisian Manokwari menahan 13 orang yang diduga sebagai pembakar rumah Gubernur Papua Barat terpilih, Abraham Atururi. "Kemungkinan masih akan bertambah pelakunya," kata juru bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Wachyono, di Jayapura kemarin. Pembakaran dan kerusuhan yang terjadi pada Selasa lalu ini diduga terkait dengan masalah pemilihan kepala daerah.
Hingga berita ini diturunkan, para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Manokwari. Polisi juga menyita barang bukti berupa panah, parang, dan mesin pemotong kayu yang digunakan untuk melakukan kerusuhan. "Dalam aksinya, mereka juga memotong pohon-pohon besar yang digunakan untuk memalang jalan," katanya.
Pihaknya juga akan tetap menelusuri siapa dalang di balik kerusuhan ini. Apabila ada dugaan dari pasangan calon yang diduga kalah dalam pemilukada, kepolisian setempat akan memanggil pihak-pihak tersebut. "Kami akan telusuri dari keterangan 13 orang ini, apakah mereka disuruh oleh pasangan calon kandidat yang kalah atau bagaimana. Proses hukum pasti tetap akan kami lakukan," ujarnya.
Kepolisian setempat menduga kerusuhan ini dipicu ketidakpuasan massa karena Mahkamah Konstitusi memenangkan pasangan Abraham Atururi-Rahimin Katjong sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat terpilih.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution. "Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan massa atas keputusan MK yang tetap memilih pasangan Abraham-Katjong sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat," kata Saud kepada para wartawan di Markas Besar Polri, Jakarta, kemarin.
Mahkamah menolak permohonan Koalisi Suara Kebenaran yang merupakan gabungan dari tiga pasangan calon kandidat gubernur dan wakil gubernur Papua Barat. Ketiga pasangan itu adalah Dominggus Mandacan-Origanes Nouw, Wahidin Puarada-Herman Orisoe, dan G.C. Auparay-Hasan Ombaier.
Komisaris Besar Wachyono menyebutkan, akibat kejadian ini, diperkirakan kerugian mencapai Rp 7 miliar. Menurut dia, selain aksi pemalangan jalan protokol di Kota Manokwari, massa membakar rumah pribadi gubernur terpilih Abraham Atururi, yang terletak di Kompleks Valeria Garden Beach di Jalan Trikora, Rendani-Kota Manokwari. "Puluhan motor dan mobil ikut ludes terbakar. Dua unit speed boat juga dibakar massa, dan ada dugaan empat rumah yang berada di dalam kompleks perumahan itu juga dibakar," urainya.
Sementara itu, sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing langsung terbang ke Manokwari dan memimpin tim investigasi rusuh pemilukada. Kepolisian setempat mengaku saat ini situasi keamanan di Manokwari sudah dapat dikendalikan oleh aparat keamanan. "Ada sekitar 195 aparat gabungan TNI/Polri yang masih disiagakan di Kota Manokwari untuk antisipasi agar rusuh yang dipicu pemilukada ini tak meluas ke wilayah lain," ungkapnya.
Pemilukada di Manokwari, Papua Barat, sempat diulang sebanyak dua kali karena diduga pasangan Abraham Atururi-Rahimin Katjong melakukan kecurangan pada pemilu pertama yang digelar Maret. Kemudian MK memutuskan untuk menggelar pemilukada ulang yang dilakukan pada Oktober 2011.CUNDING LEVI |ANANDA W. TERESIA


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.