Pejuang HAM Ditangkap Polisi, LP3BH Nilai Konyol dan Ngawur

MANOKWARI-Ketua Korwil DPP Peradin Papua Barat, Yan Christian Warinussy, SH,sekaligus sebagai Direktur Eksekutif LP3BH (Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum) sangat menyayangkan sikap jajaran Polres Manokwari yang menangkap Advokat Muda, Simon Risyard Banundi, SH ketika meliput aksi kelompok yang menamakan dirinya Dewan Melanesia Barat yang memperingati hari Kemerdekaan Republik Melanesia Barat,14 Desember 2010, di lapangan Infokom,Jalan Percetakan,Selasa (14/12).
Advokat senior ini bahwa menyebut,tindak penangkapan terhadap pekerja dan pembela HAM (Hak Asasi Manusia) ini sangat konyol dan amburadul. ‘’Tapi sangat konyol dan ngawur bahkan amburadul, karena Kapolres Manokwari dan jajarannya telah ikut menangkap pula Staf LP3BH Manokwari Advokat Muda Simon Risyard Banundi, SH,’’ tutur Warinussy dalam siaran persnya..
Dikatakan Ketua Peradin Papua Barat ini, Simon Risyard Banundi, sebagai staf Bidang Informasi dan Dokumentasi LP3BH Manokwari tengah melaksanakan tugas kemanusiaan sebagai pekerja dan pembela HAM yang sedang meliput aksi tersebut sebagai bagian dari kerja LP3BH Manokwari. Ia melaksanakan tugas lapangan dalam mengadvokasi peristiwa dan kasus HAM di dunia, termasuk di Manokwari.
Menurut Warinussy, penangkapan Advokat Muda Banundi yang sedang melaksanakan tugas ini jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip hukum dan hak asasi manusia yang tersirat dalam pasal 17 KUHAP serta Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat dan Konvensi Internasional tentang Pembela HAM dan Deklarasi Universal HAM.
‘’Tindakan Kapolres dan jajaran Polres Manokwari telah mencoreng muka dan kerja para Pekerja HAM di dunia, khususnya LP3BH Manokwari dan juga mencoreng muka Persatuan Advokat Indonesia [PERADIN] yang merupakan organisasi advokat tertua dan dimana Advokat Muda Simon Banundi bernaung,’’ bebernya.
Ia menambahkan,14 Desember 2010 senantiasa diperingati oleh kelompok yang menamakan dirinya Dewan Melanesia Barat sebagai hari Kemerdekaan Republik Melanesia Barat. Hal itu sebagai peringatan atas terjadinya Proklamasi kemerdekaan Republik Melanesia Barat pada 22 tahun yang lalu di lapangan sepakbola Mandala-Jayapura yang dipimpin waktu itu oleh almarhum DR.Thomas Wapai Wanggai, SH, MPA.
Di Manokwari-Papua Barat bertempat di lapangan depan Kantor Dinas Penerangan dan Infokom Kabupaten Mano0kwari, Selasa (14/12) Dewan Melanesia Barat di bawah pimpinan Melkianus Bleskadit telah menyelenggarakan aksi dan kemudian mereka ditangkap oleh aparat Polres Manokwari.
Menurut laporan dari staf lapangan LP3BB Manokwari bahwa Melkianus Bleskadit ditangkap bersama dengan Pdt.Dance Yenu dan sekitar 5 orang mahasiswa. Dari data sementara mereka ditangkap karena ada mengibarkan bendera, dan belum tahu bendera apa yang dikibarkan.(des)

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.