SBY Bentuk Unit Khusus Konflik Papua

10:53:00 PM

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk unit khusus untuk menyelesaikan konflik di Papua. Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah Velix Wanggai dalam diskusi SindoRadio bertajuk "Konflik Papua Tak Kunjung Usai", Sabtu, 29 Oktober 2011.

"Dipilih Bambang Darmono yang pimpin tim khusus Presiden untuk selesaikan permasalahan di Papua," kata Velix.

Bambang, yang juga mantan Sekretaris Jenderal Dewan Pertahanan Nasional, ditugasi ke Papua untuk dapat merumuskan perubahan di Papua. Bambang dan tim yang masih digodok itu akan bekerja cepat dengan membangun komunikasi konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah.

"Sehingga mudah-mudahan aspirasi di Papua dan persepsi di Jakarta bisa dirumuskan dengan baik," ujarnya. Velix melanjutkan, tim juga sekaligus akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana otonomi khusus Papua selama ini. "Iya, termasuk itu juga," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna kemarin untuk tahun 2012, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui penambahan 23 persen alokasi dana otonomi khusus untuk Papua dari tahun lalu. Tahun depan, Papua mendapatkan jatah Rp 3,83 triliun dan Papua Barat Rp 1,64 triliun.

Badan Pemeriksa Keuangan pada April lalu menemukan indikasi penyimpangan atas dana otonomi khusus Papua Rp 4,2 triliun. Akibatnya, negara rugi Rp 319,7 miliar.

"Kalaupun ada kesalahan pengelolaan itu harus dicari tahu,” kata Velix. Ia berharap pemerintah terus membebani pengelolaan keuangan.

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »