Penembakan Terus Terjadi di Papua


Thursday, 17 November 2011





TIMIKA
-- Kelompok bersenjata terus menebar teror di Papua. Kemarin dikabarkan terjadi penembakan di Mile 51 Mimika. Wakil Kepala Kepolisian Resor Mimika Komisaris Mada Indra Laksanta mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 12.24 waktu Papua. "Korban penembakan adalah karyawan KPI (PT Kuala Pelabuhan Indonesia) atas nama Makkasaung, pengemudi trailer bernomor lambung 02-663," katanya.


Menurut Mada, Makkasaung menderita luka di leher kanan akibat serpihan kaca. Penembakan dilakukan gerombolan bersenjata ketika mobil trailer yang dikemudikan Makkasaung hendak menuju Tembagapura. "Sampai di Mile 51 ditembaki," ujarnya. Selain itu, kata Mada, mobil patroli Route Patrol 29 yang dikemudikan oleh Meidy Pungus, yang kebetulan lewat, ditembaki.


Menurut sumber Tempo, karyawan PT KPI, ketika penembakan terjadi, sejumlah pekerja sedang mengerjakan pipa solar di Mile 50. "Begitu mendengar suara rentetan tembakan, kami berlarian menyelamatkan diri," katanya.


Penembakan warga sipil juga dikabarkan terjadi di lokasi tambang emas tradisional di Degeuwo, Kabupaten Paniai. Menurut Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Papua Matius Murib, penembakan itu menyebabkan delapan warga sipil tewas. "Benar, mereka tertembak dan meninggal. Sampai hari ini belum diketahui motif penembakan atau skenario bagaimana mereka tewas. Kami hanya mendapat informasi delapan warga sipil ditembak oknum polisi atau Brimob," katanya kemarin.


Mereka yang terkena timah panas di antaranya Matias Tenouye, 30 tahun, dengan peluru menembus paha kanan. Simon Adii, 35 tahun, tertembak di bagian rusuk; Petrus Gobay (40) tertembak di dada; Yoel Ogetay (30) tertembak di kepala; Benyamin Gobay (25) tertembak di dada; Marius Maday (35) tertembak di dada; Matias Anoka (40) tertembak di dada; dan Yus Pigome (50) tertembak di dada.


Insiden tersebut terjadi pada Ahad lalu, sekitar pukul 10.00 WIT. "Kami masih mendalami alasan penembakan dan kejadian sebenarnya. Beberapa orang sudah memberi keterangan, tapi skenarionya masih simpang-siur," ujar Matius.


Yang pasti, kata dia, warga sipil tersebut ditembak ketika sedang mendulang emas di Kali Degeuwo. Setelah kejadian itu, puluhan warga mengungsi. "Ada yang mengalami trauma dan mengungsi," ucap Matius.


Saat dimintai konfirmasi, juru bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Wachyono, mengatakan kabar itu bohong. "Saya sudah perintahkan anggota di lapangan mengecek delapan jenazah di semua rumah sakit dan puskesmas yang berada di sekitar Paniai, yakni di Waghete-Dogiyai, Nabire, dan juga Paniai. Tak ditemukan satu pun jenazah korban penembakan itu," katanya kepada wartawan kemarin.


Kronologi kejadian di lapangan, menurut Wachyono, pada Sabtu lalu, sekitar pukul 07.30, telah terjadi kontak senjata antara polisi dan kelompok bersenjata di penambangan emas Tayaga, Baya Biru, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai. "Kelompok itu dipimpin oleh Salmon Yogi. Kontak senjata terjadi karena kelompok sipil bersenjata hendak menyerang area pendulangan dan polisi hanya berupaya menghalau," dia menguraikan.


Dari kontak senjata itu, satu orang tewas dan hanyut di Sungai Degeuwo jenazahnya juga belum ditemukan,".l TJAHYONO | JERRY OMONA | CUNDING LEVI

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.