Mahasiswa Papua : Kami Bukan Teroris, Kami Bukan Pelaku Kriminal dan Kami Warga Negara Indonesia, Kenapa Harus Diperlakukan Beda

Senin, 14 November 2011

Kami bukan teroris, kami juga bukan pelaku tindak kriminal dan kami juga warga negara Indonesia. Dan kalau kami sudah tidak nyaman di Indonesia kami akan meminta kedutaan besar yang bersedia untuk memberi suaka politik. Saya pikir Belanda Inggris, Amerika sudah siap,"

Jakarta, Seruu.com - Komunitas Masyarakat Adat Anti Korupsi (Kampak) Papua mengecam tindakan sewenang-wenang aparat gabungan TNI-Polri di asrama mahasiswa Papua, Jalan Tebet Dalam Jakarta, pada Kamis (10/11). Tindakan tersebut, menurut Koordinator Kampak Papua Dorus Wakum, terjadi dalam bentuk penggeledahan tanpa disertai surat perintah apapun.
"Aparat TNI-Polri saat itu masuk tanpa mengetuk pintu atau meminta izin. Dia masuk dengan mendobrak pintu, beberapa diantaranya dari anggota TNI dan Polri memakai seragam lengkap dan membawa senjata lengkap. Ini menimbulkan rasa takut dan trauma diantara mahasiswa," ungkapnya, Minggu (13/11) di Kantor Kontras Jakarta.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk ancaman, intimidasi dan teror secara langsung yang dilakukan aparat kepada warga Papua di Jakarta. "Peristiwa ini menunjukan bahwa aparat keamanan, ternyata tidak hanya melakukan ancaman dan intimidasi kepada para warga Papua yang berada di Papua saja.”

“Bahkan ini bukan hanya di Tebet saja, tapi peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Denpasar Bali serta meluas ke wilayah Lenteng Agung (Jakarta) dan Pasar Minggu (Jakarta)," sambungnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI untuk segera menghentikan tindakan ilegal itu. "Kami bukan teroris, kami juga bukan pelaku tindak kriminal dan kami juga warga negara Indonesia. Kenapa harus diperlakukan beda," tanyanya.
Ia juga menegaskan bahwa jika memang situasi membuat mereka merasa terancam, terintimidasi dan terganggu keselatannya maka mereka tidak akan segan meninggalkan tanah air untuk meminta suaka politik ke luar negeri. "Dan kalau kami sudah tidak nyaman di Indonesia kami akan meminta kedutaan besar yang bersedia untuk memberi suaka politik. Saya pikir Belanda Inggris, Amerika sudah siap," tutupnya. [mus]

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.