Danrem: 7 Prajurit TNI Aniaya 12 Warga Papua

12:29:00 PM

Senin, 7 November 2011, 19:42 WIB

"Mereka disuruh merayap, dipukul serta ditendang. Bahkan, direndam di air."



VIVAnews -
Tujuh anggota Batalyon Infantri 755 Merauke dituduh menganiaya 12 warga Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya, Papua pada 2 November 2011 lalu. Ketujuh prajurit tersebut menganiaya mereka dengan cara menyuruh warga merayap, lantas memukul, menendang, bahkan merendam mereka di air.

Komandan Korem 172/PWY Kolonel TNI Ibnu Tri Widodo mengakui bahwa tujuh prajuritnya terindikasi telah menganiaya warga. Menurut dia, saat ini mereka sedang  diproses sesuai hukum yang berlaku. 

"Mereka menganiaya warga sipil, dengan menyuruh warga merayap, lalu dipukul serta ditendang, bahkan merendam ke dalam air," ujar Ibnu.

Pangkat personel yang melakukan penganiayaan itu adalah antara sersan dan prajurit. "Komandan posnya berpangkat sersan, jadi pangkat ketujuhnya sersan dan prajurit," kata Ibnu.

Soal ini pertama kali diungkap LSM Kontras. Menurut mereka, penganiayaan bermula ketika kedua belas warga menggelar pertemuan di Kampung Umpagala untuk membicarakan kegiatan masyarakat adat. Tapi, TNI menuding mereka merupakan anggota kelompok separatis OPM. 

Mereka lalu digiring dari Kampung Abusa menuju Pos TNI Batalyon 756 Kurulu. Selama dalam perjalanan, anggota TNI menganiaya mereka dengan bayonet. Atas penganiayaan tersebut para korban berencana mengadukan para anggota TNI itu ke Pengadilan Negeri Wamena Papua.
Berikut nama 12 warga yang dianiaya:

1. Melianus Wantik (aktivis Komite Nasional Papua Barat, KNPB)
2. Edo Doga (aktivis KNPB)
3. Mark Walilo (aktivis KNPB)
4. Philip Wantik (warga)
5. Wilem Kosy (warga)
6. Elius Dabi (warga)
7. Lamber Dabi (warga)
8. Othi Logo (warga)
9. Nilik Hiluka (warga)
10. Law Logo (warga)
11. Mabel Martin (warga)
12. Saul Logo (warga)

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »