Beredar SMS 1 Desember, Warga Papua Diimbau Tak Terprovokasi

Kamis, 24 November 2011 16:43 wib
JAYAPURA- Sejak sepekan terakhir, beredar sejumlah pesan melalui layanan SMS yang meresahkan warga Papua. Pesan tersebut berisi imbauan terhadap warga agar berhati-hati melakukan aktivitas pada 1 Desember 2011. Warga diimbau tak melakukan aktivitas di atas pukul 21.00 WIT.

Selain itu, untuk memastikan keamanan Kota Jayapura terkait SMS tersebut. Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano pun mengadakan pertemuan dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk memastikan isu Papua merdeka yang beredar melalui SMS, serta meminta jaminan bagi keamanan warga Kota Jayapura.

Walikota Jayapura pun langsung berkunjung ke markas KNPB dan bertatap muka dengan Ketua KNPB, Buhtar Tabuni. Dalam pertemuan di kawasan Waena, Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua itu Walikota dan Buhtar membahas tentang isu-isu 1 Desember serta situasi Kamtibmas di Kota Jayapura.

" Saya diibaratkan sebagai tuan rumah, dan sebagai pemilik rumah sudah sepatutnya saya memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga saya. Untuk itu saya bertemu dengan pimpinan KNPB Buhtar Tabuni," kata Benhur Tommy Mano, Kamis (24/11/2011).

Mano, panggilan Benhur Tommy Mano mengakui, isyarat yang mempertemukan dirinya dengan ketua KNPB tak lain adalah karena beragam teror bagi warga non Papua yang disebar melalui SMS serta isu Papua merdeka tanggal 1 Desember.

SMS yang meresahkan warga Papua itu dikirim dari nomor yang tidak dikenal, namun adapula yang mengatasnamakan anggota kepolisian Papua.

Berikut isi pesan singkat yang beredar di kalangan warga Papua

"Emergency : semua warga pendatang yg ada di atas tanah Papua agar tidak keluar malam jam 9 ke atas demi penyelamatan, isu politik Papua merdeka sudah di ambang pintu dan memanas, di perkirakan kekuatan TPN/OPM mulai bertambah,  Teruskan sesama warga pndatang. (informasi dari Polresta agar disebarkan.”

Pesan lainnya berbunyi:

“New Info, diberitahukan kpd seluruh putra-putri papua, bahwa hari Kamis tgl 1 Desember akan d'adakan pengibaran Bendera bintang fajar/bintang kejora d'seluruh pelosok Tanah papua akan d'adakan pengibaran d'lapangan Teselowai N d'nyatakan bahwa papua ad/ negara baru merdeka N menjadikan negara Federal N ini akan t'jadi pertumpahan darah mulai dr tgl 26 November akan di b'hentikan, transportasi darat,udara,N laut".

Selain itu, ada pula sms yang mengimbau warga Papua untuk berhati-hati karena akan dimusnahkan ditanahnya sendiri. "Awas sblm t'jadi arus, slamatkan, nyawa Anda nanti akan d'sisir, sejypr N  akan d'musnahkan org2 papua yg nanti sasaran utama laki2 nanti d'bunuh, d'lanjutkan zMz ini ke putra_putri papua ????.

Berdasarkan SMS tersebut, banyak warga Kota Jayapura yang mengaku resah, mereka kini membatasi aktivitasnya hingga pukul 21.00 WIT, bahkan tak sedikit diantara mereka yang berjaga-jaga di waktu malam.

Di kawasan Hamadi Pantai, Distrik Jayapura Selatan misalnya. Warga di sana memberlakukan jam malam bagi kaum pria secara bergiliran. Mereka mengaku hal itu dilakukan guna mengantisipasi isu 1 Desember yang belakangan beredar di kalangan masyarakat.

Terkait hal itu, Mano meminta agar warga tidak perlu resah, sebab sudah ada jaminan keamanan dari pihak KNPB, di mana mereka berjanji tidak akan melakukan aktivitas yang menyangkut tuntutan kemerdekaan pada 1 Desember. "Saya minta warga untuk tidak terprovokasi dengan adanya sms-sms menyesatkan itu. Karena sebetulnya tidak ada isu-isu merdeka yang akan dilakukan kelompok-kelompok tertentu," ujar Mano.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.