search tickets in here

Ketua Suku Papua: Jangan Pakai Solusi Militer

Kamis, 20 Oktober 2011, 16:38 WIB

"Mereka di Papua adalah anak-anak muda milik kita semua," kata salah satu ketua suku Papua

 

VIVAnews – Ketua Umum Barisan Merah Putih Papua, Ramses Ohee, dengan tegas menyatakan penolakannya atas deklarasi Papua Merdeka yang dilakukan sebagian kelompok masyarakat. Namun, tokoh adat dan ketua suku di Papua itu meminta pemerintah mengedepankan pendekatan yang arif daripada pendekatan militeristik.

“Ada persoalan ketidakpedulian di Papua. Jangan salahkan mereka, karena itu anak-anak muda milik kita semua,” kata Ramses dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 20 Oktober 2011.

Ramses yang merupakan salah satu tokoh penting dalam proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 itu melihat pemerintah masih belum merangkul semua pihak, baik mahasiswa maupun tokoh adat di Papua. Oleh karena itu, hal terbaik yang perlu dilakukan pemerintah, menurut Ramses, adalah meningkatkan perhatian dan kesejahteraan rakyat Papua.

“Menyelesaikan persoalan Papua harus dengan cara dan pola komunikasi yang sesuai dengan aturan hukum yang ada. Kami juga menyadari bahwa masih ada persoalan kemiskinan, ketidakadilan, dan ketertinggalan yang dialami oleh masyarakat Papua saat ini,” ujar Ramses.

“Karena itu, kami mengajak semua komponen masyarakat di tanah Papua untuk mencari format pembangunan yang tepat dalam menegakkan hak-hak dasar rakyat Papua,” lanjutnya.
Ramses pun mengajak semua komponen masyarakat Papua untuk menerapkan prinsip kesantunan dalam berpolitik, sesuai nilai-nilai adat Papua yang diwariskan oleh para leluhur dan generasi sebelumnya. Dia menyatakan kesantunan dalam menghargai perbedaan pandangan dapat menghilangkan kecurigaan atas niat pemerintah dalam menyelesaikan masalah Papua.
“Papua sebagai wilayah damai dan rahmat merupakan tujuan dan cita-cita kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Keluarga Pejuang Papua Indonesia menolak rekomendasi Kongres Papua III di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, yang digelar 17-19 Oktober 2011. Salah satu hasil kongres itu adalah Papua Merdeka, di mana Papua membentuk pemerintahan sendiri dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (kd)

 

Post a Comment