Keluarga Pejuang Papua Tolak Kongres Makar

1:01:00 AM
Kamis, 20 Oktober 2011, 15:42 WIB

"Itu permainan sekelompok elit di Dewan Adat Papua," kata Ramses Ohee, tokoh adat Papua.

 


VIVAnews
– Keluarga Pejuang Papua Indonesia menolak rekomendasi Kongres Papua III di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, yang digelar 17-19 Oktober 2011.
Pasalnya, hasil kongres itu adalah menginginkan Papua Merdeka, di mana Papua membentuk pemerintahan sendiri dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga dianggap sebagai upaya makar.

“Kami menolak keras hasil Kongres Papua III yang mengatasnamakan rakyat Papua, dan menyalahgunakan kesucian nilai-nilai adat rakyat Papua,” kata Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.

Ramses juga merupakan tokoh adat dan ketua suku di Papua. Dia menggelar jumpa pers didampingi oleh tokoh-tokoh pejuang Papua lain. Dalam kesempatan itu, mereka menegaskan keinginan adanya Papua yang aman, adil, damai dan sejahtera.

Namun, mereka menolak tegas berbagai gerakan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. “Kongres Papua III hanya permainan sekelompok elit di Dewan Adat Papua yang tidak setuju oleh mayoritas masyarakat adat Papua dan Papua Barat. Adat telah dipermainkan dan disalahgunakan untuk kepentingan politik,” ucap Ramses.

Mereka juga menolak keputusan kongres yang mendeklarasikan Negara Federasi Papua Barat. Menurut mereka, pendirian itu adalah khayalan dari sekelompok orang di Dewan Adat Papua.
“Pendirian suatu negara dengan presiden, perdana menteri, dan struktur kabinetnya adalah jelas-jelas tindakan makar yang berlawanan dengan aturan hukum NKRI,” kata Ramses. (ren)
• VIVAnews

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »