search tickets in here

Kapolri: Dana Freeport Bagian dari Uang Saku

Karena itu bila ada bantuan keamanan dari perusahaan, polisi siap tanggung jawab.

Jum'at, 28 Oktober 2011, 09:50 WIB
VIVAnews - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo tidak membantah adanya pemberian uang dari PT Freeport Indonesia kepada para personel Polri. Kapolri menilai itu merupakan hal lazim dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada bantuan dari salah satu instansi yang diamankan tentunya itu bagian dari uang saku. Tapi itu sekali lagi bisa dipertanggungjawabkan," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at 28 Oktober 2011.

Menurut Timur, uang saku untuk anggota polisi di semua daerah dipukul rata. Namun kondisi yang terjadi di Papua tentu berbeda dengan yang ada di wilayah lain.

Karena itu bila ada bantuan keamanan dari perusahaan atau instansi terkait Kepolisian, Polri siap menjaga akuntabilitasnya. "Yang penting akuntabilitasnya dan itu bagian yang diterima dari satuan-satuan yang ada di sana," ujar Timur.

Namun demikian, Timur menegaskan operasi dan penjagaan di wilayah Papua adalah operasi kepolisian dan anggarannya sudah ditanggung negara.

Kemarin, Anggota Komisi I Bidang Pertahanan dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Lily Wahid menyebut bahwa PT Freeport Indonesia menggelontorkan dana sekitar U$14 juta kepada polisi dan TNI. Freeport menilai isu itu bukanlah hal baru.

"Jadi begini, ada pernyataan resmi dari Freeport bahwa mereka sudah membayarkan uang sebesar US$14 juta kepada polisi dan TNI. Itu untuk menjaga keamanan Freeport," kata Lily Wahid dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Kamis 27 Oktober 2011.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara Freeport Indonesia, Ramdani Sirait mengatakan bahwa isu sejenis itu bukanlah hal yang baru. Ramdani juga menyebut informasi itu sudah tertuang dalam situs resmi Freeport.

"Soal dukungan Freeport untuk keamanan ada di website. Itu bukan hal baru. Transparans disebutkan besarnya," kata Ramdani dalam pesan tertulis kepada VIVAnews.com. (umi)

 

Post a Comment