Aburizal: Makar di Papua Tak Boleh Dibiarkan

1:10:00 AM
Kamis, 20 Oktober 2011, 11:28 WIB

"Harus ditindak tegas, karena itu soal prinsip," kata Ketua Umum Golkar itu.

 

VIVAnews
– Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, meminta aparat penegak hukum menindak tegas setiap tindakan yang dikategorikan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti yang terjadi di Abepura, Jayapura, Rabu sore, 19 Oktober 2011 kemarin.

Aburizal menegaskan, tindakan apa pun yang bersifat melawan kedaulatan NKRI tidak boleh dibiarkan. Meski begitu, imbuhnya, pemerintah tidak boleh hanya menindak tegas, tapi juga harus melakukan pendekatan persuasif, terutama terhadap masyarakat Papua.

“Yakni dengan pendekatan kesejahteraan,” ucap Aburizal usai acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Partai Golkar di Kantor Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 20 Oktober 2011. Bagi Golkar, kata dia, masalah di Papua tidak hanya perkara adanya kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI, melainkan juga soal kesejahteraan masyarakat di sana.

Oleh karena itu, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu berpendapat, penyelesaian masalah Papua tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan hukum. “Pendekatan hukum dengan ditindak tegas, itu harus, karena tindakan makar itu soal prinsip. Tetapi, harus juga diselesaikan dengan pendekatan kesejahteraan,” ujar Aburizal.

Rabu kemarin, aparat keamanan membubarkan Kongres Rakyat Papua III yang digelar di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura. Aparat mengeluarkan tembakan peringatan, dan menangkap sejumlah orang. Kongres Papua digelar sejak Senin, 17 Oktober, hingga kemarin. Sejumlah putusan kontroversial dibuat dalam kongres itu, antara lain Papua merdeka. Kongres itu bahkan sempat diwarnai pengibaran bendera Bintang Kejora.
 

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »