4 Tersangka Rusuh Papua Kena Pasal Makar

12:58:00 AM
Kamis, 20 Oktober 2011, 16:00 WIB

1 Tersangka dijerat dengan UU Darurat karena kedapatan membawa senjata tajam.

 



VIVAnews
- Lima tersangka Kongres Rakyat Papua yang dicokok Kepolisian Daerah Papua dikenai Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Darurat. Sementara, 300 orang yang sempat ditahan dibebaskan.

"Empat orang kena pasal makar, satu kena Undang-Undang darurat," kata Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Markas Besar Kepolisian RI, Kamis 20 Oktober 2011.

Empat orang yang terkena pasal 110 ayat (1) KUHP dan pasal 106 KUHP serta pasal 160 KUHP adalah Forkorus Yaboisembut, Edison Gladius Waromi, August Makbrawen Sananay Kraar, dan Dominikus Sorabut. Sementara yang dikenai pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat no 12 tahun 1951 adalah Gat Wenda. Dia dikenai Undang-Undang Darurat karena membawa senjata tajam.

Sementara itu, Anton mengatakan ada dua orang yang tewas dalam kejadian itu. Yaitu, Daniel Kadepa berusia 25 tahun, seorang mahasiswa dan warga Petapa, Perumnas. Terdapat tiga luka robek di kepala bagian belakang.
Selain itu, ada juga Max Yewon, berusia 35 tahun, seorang anggota Satgas Petapa (Penjaga Tanah Papua), warga Waibron, Distrik Sentani Barat, dengan luka pada pinggang sebelah kiri. Kedua jenazah itu ditemukan tak jauh dari tempat kejadian.

"Apakah itu kena tembakan atau senjata tajam masih diotopsi," kata Anton. Mereka diotopsi di kamar mayat RSUD Dok II Jayapura.

Saat ini, kondisi Abipura sudah kondusif. Markas Besar Polri juga sudah menerjunkan Kepala Badan Pemeriharaan Keamanan, Komjen Pol Imam Sudjarwo, untuk menangani secara langsung keamanan di Abipera. "Dan kemarin sudah dikirim pasukan," kata dia.

 

Share this

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !

Related Posts

Previous
Next Post »