forum

Follow Us On FB

Persipura Dapat Gelontoran Dana Rp 14 Miliar Dari Bank PAPUA

Striker Persib Bandung, Ferdinand Sinaga (17)
diadang pemain Persipura Jayapura, Bio Paulin (45)
 dalam laga final Indonesia Super League (ISL) 2014
di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11/2014)
malam. Persib berhasil menjadi juara ISL 2014
 setelah mengalahkan Persipura lewat babak adu penalti.
Jayapura - Bank Pembangunan Daerah Papua menggelontorkan dana bantuan senilai Rp 14 miliar untuk klub Persipura Jayapura, yang akan berlaga di Indonesia Super League (ISL) dan Piala AFC 2015. Penyerahan dana bantuan itu dilakukan di Gedung Bank Papua, Kota Jayapura, Papua, Selasa (25/11/2014), disaksikan petinggi Bank Papua dan sejumlah pengurus Persipura.

Direktur Utama Bank Papua DR Johan Kafiar mengatakan bahwa dana sebesar itu yang digelontorkan untuk tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua tersebut diperuntukkan untuk dua musim kompetisi.

"Jadi dana Rp 14 miliar itu untuk musim kompetisi 2015 dan 2016. Masing-masing senilair Rp 7 miliar yang akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan yang kami lakukan," katanya.

Dengan dana senilai itu, kata Johan, Bank Papua berharap tim berjuluk Mutiara Hitam bisa meraih prestasi yang tinggi pada musim depan. "Kami harapkan, Persipura bisa meraih juara pada musim depan di ISL dan bisa meningkatkan prestasi di ajang Piala AFC," katanya.

Selain itu, Johan juga meminta tim yang bermarkas di Stadion Mandala Kota Jayapura itu bisa menambah jatah tiket VIP dan VVIP, pemasangan e-banner, spanduk dan logo Bank Papua di kaos Persipura.

Johan juga menambahkan pada Desember nanti, Bank Papua akan meluncurkan kartu debit bergambar pemain Persipura, untuk itu Ia juga mengajak agar para pemain Persipura bisa melakukan transaksi bisnis dengan menggunakan kartu itu.

"Peluncuran itu akan bersamaan dengan pengenalan pemain dan pelatih Persipura. Harapannya kami bisa menambah para nasabah kami dengan kartu itu," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano memberikan apresiasi kepada Bank Papua yang telah menaikkan nominal bantuannya dari Rp 6 miliar menjadi Rp 7 miliar, terlebih langsung memberikan bantuan untuk dua musim kompetisi.

"Tentunya bantuan ini akan kami pergunakan sebaik mungkin untuk mengontrak pemain, pelatih dan biaya akomodasi Persipura. Dan yang utama adalah meraih juara ISL musim depan," katanya.

Mengenai permintaan penambahan tiket VIP, VVIP, pemasangan e-banner dan spanduk serta logo Bank Papua di kaos Persipura, mantan Kadispenda Kota Jayapura itu mengatakan jika hal itu akan menjadi perhatian bagi Panpel Persipura, tetapi mengenai logo hal itu masih harus disesuaikan dengan regulasi dari otoritas sepak bola Tanah Air.

Presiden Minta Papua Sediakan Lahan 2.000 Hektar untuk Pembangunan

Gubernur Papua Lukas Enembe
Bogor — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Provinsi Papua untuk menyediakan lahan 2.000 hektar. Lahan ini akan digunakan untuk membangun tempat pengolahan sumber daya alam Papua.
"Lahan kita sudah siap, dia (Presiden) minta 2.000 hektar. Saya kira beliau bisa menggiring investor masuk ke sana," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Bogor, Senin (24/11/2014), seusai mengikuti pertemuan dengan PresidenJokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan 33 gubernur lain.
Dalam pertemuan itu, Lukas meminta kepada Presiden agar Pemprov Papua diberi kesempatan mengolah sumber daya alam yang hasilnya akan dinikmati masyarakat lokal. Untuk itu, Pemprov Papua menginginkan agar dibangun industri pengolahan bahan mentah di sana.
"Daripada kita (jual) bahan mentah, kembali juga mahal, lebih bagus bangun integrasi industri, smelter, semen, pupuk, dan seterusnya," ucap Lukas.
Atas gagasan tersebut, kata dia, Presiden Jokowi meminta agar Pemprov Papua membuat perencanaan yang matang. Ia juga meminta agar Pemprov segera menyediakan lokasi pembangunan industri pengolahan.
"Lokasinya di mana, kawasannya bagaimana, diselesaikan masalah tanah, itu harus siap semua, baru selesaikan, kita bicara masalah adat, kita sampaikan kawasan industri harus bangun di sini," tutur Lukas.
Selebihnya mengenai proses pembebasan lahan untuk lokasi industri tersebut, Lukas menyampaikan bahwa pihaknya harus melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan masyarakat setempat.

Sumber : www.kompas.com

Pesawat Pengangkut BBM Tergelincir di Papua

Pesawat Pengangkut BBM Tergelincir di Papua (foto:Ilustrasi)
Jayapura - Pesawat Enggang PK RSE Naraya, pengangkut bahan bakar minyak (BBM) mengalami kecelakaan di Bandara Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pesawat dilaporkan hanya mengalami kerusakan baling-baling.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Sulistio Pudjo menuturkan, pesawat yang dipiloti Perhat A dengan co pilot Ibrahim itu, tergelincir di ujung landasan bandara saat hendak mendarat.

"Mereka mengangkut BBM dari Kabupaten Nabire, tapi saat mau landing pesawat malah tergelincir, pada pukul 11.45 WIT siang tadi. Beruntung tidak ada korban jiwa, dan kondisi pesawat hanya mengalami kerusakan di baling-baling depan, ban depan serta sayap kiri bagian pesawat menabrak Pagar Pembatas Bandara," terang Pudjo, Minggu (22/11/2014).

Saat ini, pesawat dilaporkan masih berada di ujung landasan pacu dan mendapat pengamanan dari anggota gabungan Polsek Sugapa.

Sumber : www.okezone.com

Kapolda Sumbar Lepas 450 Personil TNI ke Papua

Kapolda Sumbar dan Danrem 032 Wirabraja 
sata melepas prajurit ke Papua, Metrotv/ Bonar Harahap
Padang - Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto turut melepas 450 prajurit TNI Batalyon 133/ Yudha Sakti ke Papua, Sabtu (22/11/2014). Kapolda pun menyampaikan pesan agar para prajurit menjaga nama baik kesatuan dan Sumbar selama sembilan bulan bertugas di Papua.
Untuk pertama kalinya, Kapolda Sumbar ikut melepas pemberangkatan 450 prajurit tersebut. Usai memberikan kata sambutan, Kapolda pun mendapat tepuk tangan meriah dari para prajurit.

Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Widagdo Hendro yang turut menghadiri acara itu mengaku pelepasan prajurit kali ini berbeda. Kegiatannya melibatkan Kapolda Sumbar sebagai bentuk keakraban kedua institusi pascabentrokan aparat di Batam, Kepulauan Riau.

Ratusan prajurit TNI itu bertugas mengamankan wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini. Selama sembilan bulan mereka bertugas menjaga tapal batas negara. 

RRN 
Sumber : www.metrotvnews.com

Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Diserang

Ilustrasi. (Unay Sunardi)
Makassar - Asrama mahasiswa Papua di Jalan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar, diserang sejumlah orang tak dikenal, Ahad dinihari, 23 November 2014. Akibatnya, kaca jendela bagian depan asrama pecah dan satu penghuninya, Charles Sinumbi, 21 tahun, ditikam pada bagian perut kanan.

"Kawan kami ditikam saat keluar melihat pelaku penyerangan," kata Monakosari, 22 tahun, saat ditemui di asrama. Menurut dia, luka Charles cukup parah sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Faisal.

Menurut Mahasiswa Universitas 45 ini, peristiwa berawal saat sejumlah mahasiswa berkeliling memantau situasi di sekitar asrama, sekitar pukul 02.30 WITA. Pemantauan ini dilakukan karena sering terjadi pencurian di asrama dalam sebulan terakhir.

Saat memantau situasi di sekitar asrama, sejumlah mahasiswa menghentikan dua pengendara sepeda motor yang melintas di depan Asrama Papua. Para mahasiswa itu, menurut Monakosari, memukuli pengendara sepeda motor karena mereka diduga memata-matai kondisi asrama. "Saat itu, kawan yang menghentikan pengendara langsung memukul karena dalam keadaan mabuk," kata Monakosari.

Para pengendara sepeda motor itu tak terima dipukuli dan disandera sepeda motornya. Keduanya kemudian memanggil rekan-rekannya untuk menggeruduk Asrama Papua. Mereka menghancurkan asrama dengan menggunakan badik dan batu.

Akhirnya, kedua kubu bentrok hingga aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini tiba di asrama. "Sudah sebulan kami diteror terus oleh orang tidak dikenal. Kadang dilempari batu dan dicuri barang-barang didalam, tak tahu apa salah kami," ujar Monokosari.

Dia menceritakan, awal November lalu sejumlah penghuni asrama kehilangan tiga unit lapotop dan telepon seluler. Kemudian pada pekan kedua terjadi pencurian sepeda motor. Bahkan, menurut Monakosari, kasus pencurian ini sudah sering dilaporkan ke polisi namun tak ada respon. "Jadi kami terpaksa bergerak sendiri," ucapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, Komisaris Ade Hermanto, membenarkan penyerangan itu. "Kasus ini masih kami selidiki, apa motif penyerangan dan siapa pelakunya," kata Ade. Ade menjelaskan, petugas masih memantau wilayah di sekitar Asrama Papua untuk mengantisipasi serangan susulan.

DIDIT HARIYADI
Sumber :  www.tempo.co


BEM Perguruan Tinggi se-Jayapura Tolak Transmigrasi

Demonstrasi mahasiswa Papua di kantor DPRP. Foto: Ist.

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Jayapura, Provinsi Papua, menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua, Senin, (17/11/14).

Demonstrasi damai dipimpin Pontius Omoldoman, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakulatas FISIP Universitas Cenderawasih (Uncen) yang juga Koordinator Lapangan Perguruan Tinggi (PT) se-Jayapura.

"Kami mengadakan aksi serentak ini untuk menolok transmigarsi dan Otsus Plus di tanah Papua," kata Pontius.

Presiden Mahasiswa STIH AMIK Umel Mandiri, Yohanes Magai dalam orasinya mengatakan, "Kami mahasiswa Papua meminta harus membuat regulasi untuk sensus pendudud di tanah Papua. Seperti sensus yang dilakukan di Kalimantan dan Sumatera."

Koordinator lapangan aksi dari Umel Mandiri, Donatus Pambay mengatakan, transmigrasi adalah virus bagi orang Papua.

"Kami mahasiswa Papua serta seluruh elemen masyarakat Papua secara tegas menolak adanya program transmigasi yang kembali akan diberlakukan pemerintahan Jokowi," tegasnya. (Alexander Gobai/MS)


Sumber : www.majalahselangkah.com
 

Google+ Followers